Fingerboard,Olahraga Jari.


Jika dilihat sepintas, memang tidak ada yang istimewa dengan apa yang mereka sibukkan, hanya menggores, membolak-balik, memutar dan sesekali meloncat-loncatkan papan kecil beroda di sebuah lintasan papan luncur ‘mini’ yang desainnya serupa dengan skate board park.

Fingerboard adalah versi miniatur dari skateboard,sebuah skateboard yang berukuran mini yang dimainkan dengan menggunakan jari. Ukurannya sangat minimalis, untuk dimainkan di berbagai tempat (meja belajar, meja komputer, lantai, maupun di arenanya sendiri) sehingga finger board lebih diminati oleh masyarakat. Panjangnya sekitar 96 mm dan lebarnya sekitar 26-29 mm. Fingerboard pun dimainkan selayaknya sebagai sebuah papan skate board, dan jari kita lah sebagai kakinya.

Sejarah FingerBoard

Fingerboard pertama kali diciptakan, pada tahun 1970 di Amerika. Pada mulanya, bukan untuk mainan, namun diciptakan untuk miniatur dan bukan untuk dimainkan meskipun bentuknya sebenarnya sudah “rideable”, atau dapat dimainkan. Fingerboard sudah mulai menjadi produk unggulan oleh suatu industri skateboarding pada akhir tahun 1980 yang saat itu dipasarkan sebagai suatu gantungan kunci. Karena bentuknya ”rideable”, finger board kemudian dikembangkan oleh suatu perusahaan bernama Tech Deck dan mulai diproduksi secara masal. Sekarang, fingerboarding sudah sangat terkenal dan diminati di Amerika maupun Eropa. Banyak toko di sana yang khusus memasarkan koleksi fingerboard mereka.di indonesia fingerboard terkenal dari tahun 2000an.

Fingerboard VS Skateboard

Mungkin, ada satu pertanyaan yang mungkin sering muncul seiring berkembangnya fingerboard ini. Mengapa tidak bermain skateboard saja? Dan jawabannya pun cukup simpel.

1. Fingerboard sangatlah minimalis, sehingga dapat dimainkan di mana-mana. Berbeda dengan skateboard, yang mewajibkan kita pergi ke skate park atau suatu lapangan (tempat yang luas)

2. Fingerboard lebih aman daripada skateboard. Karena, rata-rata pemain skateboard pernah mengalami kecelakaan saat bermain skate. Berbeda dengan fingerboarding, yang tentunya tidak akan membuat jari tangan anda patah.

3. Tentunya, seminimalis bentuknya, harga sebuah fingerboard juga tak semahal papan skateboard.

Bagian-bagian Fingerboard

Bagian-bagian fingerboard adalah: deck, griptape, truk, ring, dan roda. Truk dan deck dengan mudah dapat dimodifikasi (modding) untuk mengurangi berat badan, meningkatkan kelancaran atau terlihat lebih baik. tutorial Modding dapat ditemukan secara online.Deck merupakan komponen utama dari papan dan di mana, pada skateboard standar, Ada berbagai macam deck dengan bahan mulai dari kayu atau plastik. Deck tradisional yang lebih rendah kicks seperti itu dari Berlinwood atau Deck Tech, Namun, beberapa deck memiliki tendangan yang lebih tinggi, dan jika tendangan sangat curam, mereka disebut sebagai “wall kicks”. Griptape adalah pita gesekan yang melengket pada dek untuk memungkinkan pengguna untuk lebih mudah mempertahankan kontrol atas dek. Ada banyak jenis griptape. Beberapa pengguna lebih memilih tradisional griptape karena memiliki keuntungan dari papan memberikan tampilan yang lebih tradisional dan merasa lebih realistis. Truck adalah struktur yang melekat pada bagian bawah dek rumah roda dan bushing.

Arena Fingerboard

Fingerpark buatan PlayHard Fingerboard

Cara Bermain

Adapun trik-trik yang digunakan sama persis dengan permainan Skateboard sungguhan, seperti Ollie from gary chin, Grind from Gary Chin,Kickflip from Gary Chin,Pressure Flip from Gary Chin,Hardflip from Gary Chin, Laserflip from Gary Chin, Fakie Tre Flip from Gary Chin,Heelflip from Gary Chin,Switchflip/Nollieflip from Gary Chin dll.

Komunitas

Untuk anda yang tertarik dengan fingerboard, berikut ini adalah beberapa forum dan web mengenai fingerboard yang ada di Indonesia.

Video Fingerboard

About these ads
    • diki sulaeman
    • April 10th, 2013

    waw mantap trik fingerboardnya,, perlu di pelajari nih

  1. siip tambah wawasan infonya bantu bgt……… :)

    than’s broth……..

  2. Olahraga jari yang menyenangkan. Bisa menghilangkan stress.. haha..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: